Fenomena apa yang terjadi? Setelah
diselidiki secara mendalam, virus corona menjadi biang keladi utama dari
kepanikan tersebut. Hal yang perlu digarisbawahi, virus ini bisa
menular dengan cepat, hingga menimbulkan kematian.
Lalu, bagaimana perkembang kasus virus corona
secara global? Bagaimana respons pemerintah Indonesia terhadap kondisi
ini? Lalu, apa kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terhadap virus
misterius ini?
Nah, berikut data dan fakta yang Halodoc himpun dari berbagai sumber internasional maupun nasional.
1. Menyebar ke Negara Lain
Virus yang dapat menyebabkan pneumonia
tersebut pertama kali muncul di kota Wuhan, Tiongkok. Pemerintah
Tiongkok mengatakan virus corona ini berasal dari hewan liar yang dijual
di pasar seafood Huanan.
Sejak itu, para pelancong yang
terinfeksi dari Wuhan telah menularkan virus tersebut ke negara-negara
lain. Sampai saat ini, virus corona sudah menyebar ke tujuh negara.
Mulai dari Thailand, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Taiwan, Vietnam,
dan Amerika Serikat.
Virus Corona merupakan penyakit
zoonosis, artinya ditularkan antara hewan dan manusia. Centers for
Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika juga telah menegaskan
mengenai hubungan antara kelelawar dan virus Corona. Menurut ahli di
sana, virus corona merupakan virus yang beredar pada beberapa hewan,
termasuk unta, kucing, dan kelelawar.
Sebenarnya virus corona jarang sekali
berevolusi dan menginfeksi manusia dan menyebar ke individu lainnya.
Namun, kasus di Tiongkok kini menjadi bukti nyata kalau virus ini bisa
menyebar dari hewan ke manusia.
3. Kerabat dekat SARS dan MERS
Menurut para pakar di WHO, virus corona
merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit flu, hingga
penyakit yang lebih parah. Misalnya, Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV).
Kilas balik ke belakang, SARS yang
muncul pada November 2002 di Tiongkok, menyebar ke beberapa negara lain.
Mulai dari Hongkong, Vietnam, Singapura, Indonesia, Malaysia, Inggris,
Italia, Swedia, Swiss, Rusia, hingga Amerika Serikat.
Epidemi SARS yang berakhir hingga
pertengahan 2003 itu menjangkiti 8.098 orang di berbagai negara.
Bagaimana dengan jumlah korbannya? Setidaknya 774 orang mesti kehilangan
nyawa akibat penyakit infeksi saluran pernapasan berat tersebut.
Virus yang menyebabkan wabah pneumonia
di Wuhan, Tiongkok ini terbilang misterius. Para ahli mengidentifikasi
sebagai virus corona jenis baru. Virus yang menyerang pernapasan itu
dinamai dengan novel coronavirus atau 2019-nCoV.
Sebenarnya terdapat beberapa vaksin
pneumonia yang ditujukan untuk mencegah pneumonia. Akan tetapi, vaksin
tersebut tak bisa mencegah pneumonia yang sedang mewabah saat ini karena
virus corona jenis baru. Oleh sebab itu, pemerintah Tiongkok
mengkarantina kota Wuhan yang berpenduduk 11 juta orang.
5. Sudah Memakan Korban
Hingga saat ini belum ada kasus virus
corona yang masuk ke Indonesia. Akan tetapi, kita tak boleh abai dengan
serangan virus misterius ini. Sebab, virus ini setidaknya sudah
menjangkiti 830 orang yang sebagian besar terjadi di Wuhan. Menurut
pemerintah, setidaknya 25 orang telah meninggal akibat serangan virus
corona.
6. Dari Demam Sampai Nyeri Dada
Virus corona bisa menimbulkan beragam
keluhan pada pengidapnya. Mulai dari demam, batuk, sulit bernapas, sakit
tenggorokan, dan sakit kepala. Selain itu, menurut ahli di National Institutes of Health - MedlinePlus,
virus yang menginfeksi saluran pernapasan atas ini juga bisa
menyebabkan gejala yang parah. Infeksi virus ini bisa berubah menjadi pneumonia dengan beragam gejala.
Contohnya, demam yang tinggi, batuk
dengan lendir, sesak napas, hingga nyeri dada. Gejala-gejala ini bisa
semakin parah bila terjadi pada pengidap penyakit jantung atau
paru-paru, orang dengan sistem kekebalan yang lemah, bayi, dan lansia.
Meski kini belum ada vaksin untuk
mencegah infeksi virus corona, setidaknya ada beberapa cara yang bisa
dilakukan untuk mengurangi risiko terjangkit virus ini. Melansir National Institutes of Health - Coronavirus, ada beberapa tips yang bisa kita lakukan.
-
Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik hingga bersih.
-
Hindari menyentuh wajah, hidung, atau mulut saat tangan dalam keadaan kotor atau belum dicuci.
-
Hindari kontak langsung atau berdekatan dengan orang yang sakit.
-
Membersihkan dan mensterilkan permukaan benda yang sering digunakan.
-
Tutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk dengan tisu. Kemudian, buanglah tisu dan cuci tangan hingga bersih.
-
Jangan keluar rumah dalam keadaan sakit.
Hal yang perlu digarisbawahi, ketika
mengalami gejala-gejala infeksi virus corona, segeralah temui dokter
untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung
pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai virus corona dan cara mencegahnya
8. Menggelontorkan Dana 1,9 Triliun
Mau tahu berapa banyaknya dana yang
mesti dikeluarkan oleh untuk memerangi wabah virus corona? Pemerintah
tiongkok setidaknya mesti mengeluarkan kocek sedalam 1 miliar RMB (US$
144 juta) atau sekitar Rp 1,9 triliun. Pernyataan ini dikeluarkan
langsung oleh Kementerian Keuangan Tiongkok pada Kamis, 23 Januari.
9. Pintu Masuk Indonesia Diperketat
Direktur Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan RI, mengatakan, ada satu pasien
yang terduga tertular virus corona. Pasien yang kini di rawat di RSPI
Sulianti Saroso, Jakarta, memiliki riwayat perjalanan dari China. Sampai
saat ini, pihak rumah sakit masih melakukan observasi lebih lanjut.
Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus
Putranto, dalam rilis di Sehatnegeriku - Kemenkes, mengatakan pemerintah
memperketat pintu masuk negara dengan menyiagakan alat deteksi berupa
thermo scanner.
Tujuannya jelas, guna mencegah masuknya
Novel Coronavirus (2019-nCoV) ke Indonesia. Melalui alat tersebut,
nantinya para penumpang bisa dideteksi sejak dini apakah ada potensi
gejala terjangkit virus tertentu.
Sampai saat ini, sebanyak 135 thermo scanner
telah diaktifkan di 135 pintu masuk negara, baik darat, laut maupun
udara. Tak cuma itu saja, pemerintah juga memberikan health alert card,
hingga menyiapkan 100 RS rujukan infeksi emerging.
10. Apa Kata WHO?
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menyatakan virus corona sebagai “public health emergency”.
Ketetapan ini dinilai sementara karena virus ini merupakan kasus baru.
Menurut Direktur Jenderal WHO, penetapan darurat kesehatan global ini
akan terus berkembang sesuai dengan informasi baru yang diterima.

0 komentar:
Posting Komentar