Dilansir
dari media lokal, Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular, Kesehatan Jiwa
dan NAPZA mengatakan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan daya tahan
tubuh adalah dengan membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak. Apa
alasannya?
Asupan Makanan yang Sebaiknya Dihindari saat Corona
Saat
dikonsumsi secara gula, garam, dan lemak berlebih dapat memicu
seseorang mengidap penyakit degeneratif, salah satunya adalah diabetes.
Karena membahayakan, gula, garam, dan lemak menjadi asupan makanan yang
sebaiknya dihindari, karena akan berdampak pada penurunan daya tahan
tubuh yang sangat penting untuk menangkal virus corona.
Pengidap diabetes
yang ditandai dengan kadar gula tidak terkontrol, yang lama-kelamaan
akan menyebabkan lemahnya daya tahan tubuh, serta memicu kerusakan pada
berbagai organ tubuh. Hal tersebut terjadi karena sistem imun tubuh yang
tidak mampu bekerja dengan baik dalam melawan penyakit dan infeksi.
Dengan daya tahan tubuh yang lemah, hal tersebut membuat pengidap
diabetes lebih rentan terinfeksi COVID-19, serta komplikasi fatal.
Jika
komplikasi sudah muncul, kehilangan nyawa merupakan risiko paling parah
yang bisa saja terjadi. Jika pola mengonsumsi gula, garam, dan lemak
sulit untuk kau hindari, setidaknya kurangi jumlah konsumsi hariannya.
Pada dasarnya, setiap orang sebaiknya hanya mengkonsumsi gula maksimal
52,5 gram, garam 2000 miligram, serta lemak 60 gram per harinya.
Aturan
yang dibuat tersebut merupakan aturan rata-rata yang sudah mencukupi
kebutuhan tubuh. Kalau sulit untuk menghitung porsinya dalam jumlah
satuannya, kamu dapat memaksimalkan konsumsi asupan tersebut dalam 4
sendok makan gula, 1 sendok teh garam, serta 5 sendok makan lemak per
harinya.
Kelompok Penyakit yang Rentan Terinfeksi COVID-19
Selain
penyakit diabetes, ada beberapa kelompok penyakit yang rentan
terinfeksi virus corona. Berikut beberapa kelompok penyakit tersebut:
-
Gangguan pernapasan kronis. Virus corona umumnya menyerang saluran pernapasan. Seseorang yang mengalami penyakit pada saluran pernapasan, akan berisiko mengalami gangguan pernapasan kronis, seperti serangan asma, pneumonia, atau bahkan gagal napas.
-
Kanker. Pengidap kanker akan berisiko tinggi terinfeksi virus corona, yang akan muncul dengan gejala berat, serta komplikasi serius. Hal tersebut terjadi karena daya tahan tubuh pengidap kanker tidak kuat dalam melawan infeksi.
-
Penyakit kardiovaskular. Pengidap penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke, serta hipertensi akan memiliki kondisi jantung, serta daya tahan tubuh yang lemah. Hal tersebut membuat para pengidap terinfeksi COVID-19 dengan gejala yang parah.
-
Penyakit ginjal. Meskipun menyerang saluran pernapasan, virus corona juga dapat merusak organ tubuh lain, seperti ginjal. Jika terinfeksi, pengidap akan mengalami gagal ginjal akut. Bukan itu saja, infeksi corona juga lebih rentan dialami oleh seseorang dengan penyakit ginjal kronis, serta rutin menjalani prosedur cuci darah.

0 komentar:
Posting Komentar