Yurianto menganggap apa yang dilakukan oleh orang-orang itu sangat membantu. Namun, harus tetap dilakukan dengan tertib dan tidak menimbulkan kerumunan di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Sabtu, 02 Mei 2020
Apabila Ada Tetangga Kena Corona, Jangan Dikucilkan
Yurianto menganggap apa yang dilakukan oleh orang-orang itu sangat membantu. Namun, harus tetap dilakukan dengan tertib dan tidak menimbulkan kerumunan di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Klaster Corona Sampoerna 'Meledak' Gara-gara Dinkes-Gugus Tugas Lambat
VIVA – Pabrik rokok di Rungkut 2 milik PT HM Sampoerna Tbk menjadi klaster penularan baru virus Corona COVID-19
baru di Kota Surabaya, Jawa Timur. Tak tanggung-tanggung, setelah dua
pekerja positif Corona meninggal, jumlah pekerja yang positif langsung
banyak setelah melalui tes Corona.
Potensi penularannya begitu mengkhawatirkan karena bisa menjangkiti ratusan karyawan pabrik. Hal itu terjadi diduga karena keterlambatan koordinasi Gugus Tugas (Gugas) COVID-19 Kota Surabaya dengan Gugus Tugas alias Gugas Jatim.
Potensi penularannya begitu mengkhawatirkan karena bisa menjangkiti ratusan karyawan pabrik. Hal itu terjadi diduga karena keterlambatan koordinasi Gugus Tugas (Gugas) COVID-19 Kota Surabaya dengan Gugus Tugas alias Gugas Jatim.
Ibu dan Nenek Meninggal karena COVID-19, Ucapan Anak Ini Bikin Meleleh
Usianya baru 7 tahun. Namun bocah asal Cardiff ini harus menerima
kenyataan pahit kehilangan ibu dan nenek yang ia cintai karena Corona
COVID-19. Kesedihan mendalam Evan, bocah malang ini, diungkapkan sang
ayah, Chris Cadby.
Menurut Chris Cadby, dirinya terus terngiang-ngiang dengan ucapan anaknya setelah kehilangan ibu dan neneknya. "Siapa setelah ini ayah, apakah kamu atau saya?" ucapan Evan yang membuat Chris Cadby selalu tak kuasa menahan air matanya.
Menurut Chris Cadby, dirinya terus terngiang-ngiang dengan ucapan anaknya setelah kehilangan ibu dan neneknya. "Siapa setelah ini ayah, apakah kamu atau saya?" ucapan Evan yang membuat Chris Cadby selalu tak kuasa menahan air matanya.
Rabu, 29 April 2020
Satu Lagi Dokter Meninggal karena Pasien tak Jujur
Duka menyelimuti RSUD dr Soewandhie, Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin
(27/4) malam. Salah seorang dokter setempat meninggal diduga akibat
terpapar virus corona penyebab Covid-19.
Sejumlah dokter, perawat, serta tenaga medis lainnya terlihat berkumpul di parkiran rumah sakit setempat. Mereka berbaris, berjajar memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum dr Berkatnu Indrawan Janguk sebelum jenazahnya dimakamkan di salah satu tempat pemakaman umum di Surabaya.
Sejumlah dokter, perawat, serta tenaga medis lainnya terlihat berkumpul di parkiran rumah sakit setempat. Mereka berbaris, berjajar memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum dr Berkatnu Indrawan Janguk sebelum jenazahnya dimakamkan di salah satu tempat pemakaman umum di Surabaya.
Kapolda Minta Kendaraan Pribadi tak Masuk Sumbar Saat PSBB
"Semua kendaraan berbagai jenis mulai dari roda dua, roda empat, dan roda enam yang datang dari luar untuk tidak diperbolehkan masuk ke Sumatera Barat begitu pun sebaliknya," kata Irjen Toni, di Padang, Rabu.
Sabtu, 25 April 2020
Asupan Makanan yang Sebaiknya Dihindari saat Corona
Hingga
saat ini, vaksin atau obat yang mampu menangkal virus corona belum juga
ditemukan. Hal tersebut berarti, setiap orang harus memiliki daya tahan
tubuh yang baik guna menangkal virus corona dengan sendirinya. Dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat, segala penyakit dapat dicegah dengan sendirinya.
Dilansir
dari media lokal, Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular, Kesehatan Jiwa
dan NAPZA mengatakan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan daya tahan
tubuh adalah dengan membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak. Apa
alasannya?
WHO Tetapkan Virus Corona Masuk Global Health Emergency, Ini 7 Faktanya
WHO sudah "mengetuk palu", kini virus corona
jenis novel coronavirus (2019-nCoV) ditetapkan sebagai Public Health
Emergency of International Concern. Ketetapan krusial ini diambil pada
pertemuan kedua Emergency Committee Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Lantas, bagaimana perkembangan kasus virus corona saat ini? Apa maksud dari "global health emergency" yang ditetapkan WHO? Berapa banyaknya jumlah korban? Bagaimana respons dari negara-negara dunia terkait kondisi ini?
Halodoc
menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masih sering muncul mengenai virus
corona. Berikut ulasannya yang dihimpun dari berbagai sumber.
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
WHO sudah "mengetuk palu", kini virus corona jenis novel coronavirus (2019-nCoV) ditetapkan sebagai Public Health Emergency of...
-
Di bulan suci Ramadhan ini banyak orang-orang yang melakukan bakti sosial dengan membagikan sembako dan bantuan lain untuk masyarakat ...
-
Usianya baru 7 tahun. Namun bocah asal Cardiff ini harus menerima kenyataan pahit kehilangan ibu dan nenek yang ia cintai karena Corona ...
-
Hingga saat ini, vaksin atau obat yang mampu menangkal virus corona belum juga ditemukan. Hal tersebut berarti, setiap orang harus memil...
-
VIVA – Pabrik rokok di Rungkut 2 milik PT HM Sampoerna Tbk menjadi klaster penularan baru virus Corona COVID-19 baru di Kota Surabaya, J...
-
Duka menyelimuti RSUD dr Soewandhie, Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/4) malam. Salah seorang dokter setempat meninggal diduga akibat...
-
Siapa pun dapat terinfeksi virus corona. Akan tetapi, bayi dan anak kecil, serta orang dengan kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan...
-
Virus corona dikenal mampu bertahan pada benda-benda di sekitar dan baru akan menghilang dalam waktu beberapa hari. Hal lain yang menj...
-
Ancaman virus corona penyebab COVID-19 di Indonesia membuat sebagian besar masyarakat resah. Alasannya jelas, virus corona Wuhan (SARS-C...
-
"Semua kendaraan berbagai jenis mulai dari roda dua, roda empat, dan roda enam yang datang dari luar untuk tidak diperbolehkan masuk...




